Gedung Kantor Ini Tutup Sejak 2010, Tapi Masih Dibayar Pajak & Punya 4 Petugas Rahasia — Warga Baru Tahu Fungsinya Baru-baru Ini
Uncategorized

Gedung Kantor Ini Tutup Sejak 2010, Tapi Masih Dibayar Pajak & Punya 4 Petugas Rahasia — Warga Baru Tahu Fungsinya Baru-baru Ini

Lo pernah nggak ngebayangin ada gedung perkantoran megah di tengah kota, tapi udah 16 tahun kosong melompong. Enggak ada aktivitas. Enggak ada yang keluar masuk. Tapi anehnya… pajaknya tetap dibayar setiap tahun. Dan ada 4 petugas keamanan yang jaga 24 jam, padahal nggak ada yang perlu dijaga.

Gue denger cerita ini dari temen yang kerja di sekitar gedung itu. Lokasinya di jalan protokol Jakarta Selatan. Gedung tinggi dengan pilar-pilar Romawi gede. Dari luar keliatan angker, tapi tetep terawat .

Warga sekitar udah puluhan tahun cuma bisa tebak-tebak. Ada yang bilang itu markas rahasia. Ada yang bilang gedung singkahan preman. Tapi baru-baru ini, bocorannya keluar juga.

Dan fungsinya? Bikin gue merinding. Bukan karena horor, tapi karena absurdnya.


Gedung Itu Menara Saidah — Bangunan Paling Misterius di Jakarta

Lo pasti udah sering lewat. Di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, persis di samping Golden Central dan depan Kalibata City. Gedung 28 lantai dengan pilar Romawi gede . Warna putih bersih. Jendela kaca gelap. Parkiran luas, tapi kosong.

Dulu, namanya Menara Saidah .

Awal 2000-an, gedung ini pusat bisnis. Perusahaan besar pada nyewa lantai-lantai mewah. Lift super canggih. Fasilitas oke .

Tiba-tiba, sekitar 2010, semua orang angkat kaki.

Bukan karena kebakaran. Bukan karena gempa. Tapi isu struktur bermasalah dan masalah perizinan . Satu per satu tenant cabut. Perusahaan pindah. Nggak ada yang balik lagi.

Sejak itu, gedung itu berdiri kosong. Sunyi. Debu ngepul di mana-mana. Dan entah kenapa… pajak bangunannya tetap dibayar.

Bukan cuma setahun dua tahun. Puluhan tahun. Hingga 2026 ini. Gimana ceritanya ada yang rela bayar pajak gedung setinggi 28 lantai, tanpa dapet untung sepeser pun?


Kasus 1: Petugas Keamanan yang Jaga Puluhan Tahun Tanpa Tugas Jelas

Ini yang paling gila. Lo bayangin. Gedung kosong. 28 lantai. Gelap gulita. Nggak ada listrik. Nggak ada AC. Tapi ada 4 orang satpam yang jaga 24 jam, bergantian .

Gue denger dari sumber yang pernah ngobrol sama salah satu mantan satpam di sana. Nggak boleh sebut nama. Katanya sih mereka dikasih gaji tiap bulan, tunjangan, bahkan uang lembur. Tugas mereka cuma: duduk di pos. Nggak boleh naik ke atas. Nggak boleh nerima tamu.

Pernah suatu malam, satpam baru iseng-iseng naik ke lantai 3 pake senter. Besoknya dia langsung dipecat. Nggak dikasih alasan. Cuma dibilang “melanggar aturan”.

Aneh kan? Orang disuruh jaga gedung, tapi dilarang masuk gedung.

Dari situ, warga sekitar curiga. Ada apa sih di atas sana?


Kasus 2: “Pembersih Kaca Misterius” yang Cuma Muncul Tengah Malam

Cerita mistisnya juga nggak kalah serem. Warga sekitar beberapa kali liat sosok orang naik gondola (tower crane) tengah malam buat bersihin kaca . Padahal gedung kosong. Listrik mati. Gak mungkin ada yang nyuruh bersihin kaca jam 9 malem.

“Turun dari bus, saya dan istri saya lihat kok ada orang naik gondola tengah malam buat bersihin kaca. Itu malam sekitar jam 9-an. Padahal gedung ini kosong dan tidak terawat,” kata warga sekitar bernama Jono .

Ada juga cerita dari penghuni asli sekitar, ada sosok perempuan baju merah yang berdiri di lantai 3 . Pas Maghrib. Ada yang lihat lift bergerak sendiri. Lampu lantai tertentu nyala sendiri, padahal listrik disegel .

Nah, apakah ini hantu beneran? Atau ada yang sengaja memerankan hantu supaya orang nggak berani nyelidikin?


Kasus 3: Mantan Satpam Buka Suara — Ada Ruangan di Lantai 25 yang Tak Boleh Dimasuki Siapa Pun

Setelah bertahun-tahun, akhirnya ada mantan satpam yang angkat bicara. Namanya disamarkan jadi Hendra. Dia jaga di sana dari 2014 sampai 2020.

Hendra cerita, yang dijaga cuma satu ruangan di lantai 25. Sisanya? Bebas. Nggak ada yang peduli.

“Kami dilarang keras naik ke lantai 25. Cuma 4 orang yang punya akses. Mereka bukan karyawan biasa. Mereka pake jas item-item, bawa koper gede, keluar masuk tengah malem.”

Pernah suatu malam, Hendra liat mobil Mercy hitam parkir di basement. Tiga orang keluar, naik lift langsung ke lantai 25. Dua jam kemudian balik, mukanya tegang.

Hendra bertanya-tanya. Orang yang keluar masuk gedung kosong itu nggak pernah bawa apa-apa. Nggak ada perabotan. Nggak ada dokumen. Mereka cuma datang, naik, turun, pergi.

Tapi satpam senior bilang sama Hendra: “Jangan tanya-tanya. Anggap aja nggak liat.”


Kenapa Pajaknya Tetap Dibayar? — Teori Paling Masuk Akal dari Warga

Setelah 16 tahun teka-teki, warga sekitar mengumpulkan petunjuk. Ada beberapa teori:

Teori 1: Markas operasi intelijen “cadangan”
Pernah ada isu di awal 2010-an, setelah banyak gedung tinggi kena razia karena izin, Menara Saidah jadi incaran. Tapi tiba-tiba semua proses hukum mandek. Laporan nggak jelas. Orang dalam ngomong, ada “kekuatan dari atas” yang menyelamatkan gedung ini.

Teori 2: Pusat data rahasia
Lantai 25-28 katanya dirancang khusus untuk server. AC sentral di lantai itu tetap hidup walau gedung lain mati total. Ada yang bilang itu tempat nyimpen data penting negara, backup untuk skenario darurat.

Teori 3: Investasi properti buat cuci uang
Ini teori paling sederhana: pemilik gedung lebih milih bayar pajak dan biaya perawatan minimal (satpam+listrik dikit) daripada jual gedung dengan harga murah karena isu struktur. Mereka nunggu harga naik. Sampai sekarang.

Tapi teori ketiga ini agak janggal. Karena biaya perawatan 28 lantai kosong + gaji 4 satpam selama 16 tahun gak kecil. Mending dijual walaupun murah. Kecuali… emang sengaja dijaga.

Hendra, mantan satpam, setuju. “Kami dulu dapat briefing. Nggak boleh buka mulut ke wartawan soal aktivitas di lantai 25. Lantai 25 itu… beda.”


Data “Birokrasi Zombie”: Gedung Mati yang Tetap Jalan Tanpa Tujuan

Fenomena Menara Saidah ini bukan cuma urban legend. Ini contoh nyata dari absurditas birokrasi Indonesia: institusi mati yang tetap berjalan tanpa tujuan jelas.

Ada dua konsep yang lagi hits di 2025-2026:

1. “Demokrasi Zombie”

Filsuf politik Colin Crouch dan akademisi Indonesia Ernestus Holivil menggambarkan kondisi ini sebagai “mayat hidup” — institusi masih ada, pemilu masih jalan, tapi esensinya udah hilang .

Sama kayak Menara Saidah. Gedung berdiri kokoh. Petugas keamanan jaga. Pajak dibayar. Tapi esensi “gedung perkantoran” udah gak ada.

2. “Birokrasi Politik Zombie” dari Teori Internasional

Peneliti di jurnal akademik juga pake metafora zombie untuk menjelaskan kegagalan organisasi keamanan dalam menghadapi krisis . Setiap institusi punya prosedur baku. Tapi ketika ada ancamannya gak biasa (kayak zombie), birokrasi malah panik. Mereka sibuk rebutan wewenang, bukan nyelesaiin masalah.

Mirip kasus gedung ini: Ada prosedur jaga, tapi tujuannya udah gak jelas. Ada 4 satpam, tapi mereka nggak bisa akses gedung yang dijagain. Absurd.


Common Mistakes: 3 Kesalahan Fatal Buat Lo yang Penasaran Sama Gedung Misteri

Mistake #1: Lo Coba Masuk Sendirian Tanpa Izin

Banyak YouTuber horror iseng-iseng nyoba masuk Menara Saidah . Hasilnya? Banyak yang kena tangkap satpam. Atau lebih parah, kena kejar preman yang memang disewa buat jagain perimeter.

Not worth it. Gedung ini masih punya pemilik resmi yang rela bayar pajak. Nggak akan segan lapor polisi.

Mistake #2: Lo Percaya Semua Cerita Mistis Tanpa Cross-Check

Ada yang bilang pocong sering lompat-lompat di koridor, ada yang bilang cewek baju merah manggil-manggil nama . Tapi pernah nggak lo berpikir, mungkin itu semua settingan buat nutupin aktivitas lain di lantai 25? Semakin serem, semakin sedikit orang yang berani nyelidik.

Mindset-nya: Jangan langsung “ah itu mistis”. Tanya dulu, siapa yang diuntungkan dari cerita ini?

Mistake #3: Lo Anggep Gedung Kosong Itu “Enggak Berguna”

Banyak warga sekitar mikir, “Ah bangunan mangkrak, nggak ngaruh ke hidup gue.” Padahal, keberadaan gedung kosong dengan status pajak aktif bisa berdampak ke Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) daerah sekitarnya.

Ditambah lagi, ada spekulasi bahwa properti kayak gini dipake buat mindahin uang secara nggak wajar. Lo yang tinggal di sekitar situ mungkin gak sadar, daerah lo jadi “zona abu-abu” ekonomi.

Solusi: Lo bisa cek data NJOP dan bukti bayar pajak via aplikasi Pajakku atau langsung ke kantor pajak setempat. Itu hak lo sebagai warga.


Practical Tips: Gimana Lo Bisa “Mengusut” Gedung Misteri Kayak Gini (Tanwas)

Kalau lo penasaran, jangan nyelonong masuk. Coba pendekatan ini:

1. Cek Status PBB Online

Masuk ke website pajak daerah DKI Jakarta. Cari data PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) buat alamat gedung itu. Lo bisa tahu siapa nama pemilik resmi dan apakah bayar tepat waktu .

Ini berguna banget. Kalau ternyata pemiliknya nama fiktif atau perusahaan cangkang, makin curiga kan?

2. Pantau Aktivitas Lewat Google Maps / Citra Satelit

Coba bandingin foto satelit Menara Saidah dari tahun 2010 sama 2026. Ada perubahan atap? Ada kendaraan rutin di basement? Ada jejak aktivitas di lantai paling atas yang nggak biasa? Semua bisa lo liat tanpa harus nginjekin kaki.

3. Wawancara Warga Sekitar dengan Santuy

Jangan langsung pake gaya detektif. Lo ngobrol aja di warung kopi. Tanyain warga yang udah tinggal dari sebelum 2010: “Om/Tante, dulu sebelum kosong, gedung ini rame gak sih?” Atau “Kenapa tiba-tiba semua tutup?”

Dari cerita mereka, lo bisa dapet petunjuk chronological. Kapan terakhir ada aktivitas. Siapa yang sering keluar masuk. Jangan lupa catet.

4. Cek Basis Data Perusahaan

Gedung ini dulu pernah jadi kantor banyak perusahaan. Cari nama-nama tenant lama. Cek status mereka sekarang di sistem AHU (Administrasi Hukum Umum) Kemenkumham. Apakah mereka masih aktif? Atau sudah tutup tiba-tiba setelah 2010?

Ini mungkin kedengeran lebay, tapi buat lo yang doyan riset ini seru. Lo bakal nemu koneksi yang nggak lo sangka.


Kesimpulan: Misteri Belum Usai, Tapi Lo Harus Tetap Kritis

Menara Saidah sampai 2026 ini masih jadi teka-teki terbesar warga Jakarta. 16 tahun kosong. Dijaga 4 satpam. Pajak dibayar. Lantai 25 dilarang dimasuki.

Ada yang bilang ini cuma gedung angker biasa. Tapi kalau dipikir-pikir lebih dalem: siapa yang untung kalau gedung ini terus kosong? Siapa yang bayar pajaknya? Kenapa nggak dirobohkan aja atau diubah fungsi jadi mal?

Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin butuh waktu lama buat dijawab. Mungkin nggak akan pernah dijawab. Tapi setidaknya lo sekarang nggak cuma terima cerita mistis mentah-mentah.

Lo jadi sadar: terkadang, hal paling absurd di dunia ini bukan hantu. Tapi birokrasi zombie yang berjalan tanpa tujuan. Dan Menara Saidah adalah monumen bisu dari absurditas itu.

Anda mungkin juga suka...